Senin, 27 Mei 2013

Kursus piano dan manfaatnya

Apakah anda seorang yang pernah mengikuti kursus piano, namun berhenti di tengah jalan sebelum bisa bermain piano? Pernahkah dipikirkan apa yang merupakan alasan utama anda berhenti belajar piano? Jawaban yang singkat dan sering terdengar adalah "saya tak ada waktu latihan," "saya terlalu sibuk dengan pekerjaan" dan lain-lain. Memang alasan-alasan itu benar tetapi alasan itu belum tentu menjadi dasar utama anda berhenti belajar piano. Ada orang terus menerus belajar piano hingga bertahun-tahun, ia mengikuti ujian lokal, nasional dan Internasional (ABRSM), namun kelihatannya ia bukan seorang pianis yang berhasil. Ia bukan seorang pianis yang menonjol, karena kemungkinan semua kegiatan itu diikuti bukan karena kemauannya sendiri tetapi kemauan orangtua, keluarga, dan sahabat-sahabatnya.
Harus diakui bahwa belajar piano itu tidak mudah dan menuntut suatu usaha keras, disiplin dan dorongan yang kuat dari dalam diri sendiri. Tanpa ada dorongan dari dalam diri sendiri niscaya ia bisa berhasil. Faktor penting inilah yang harus dimiliki setiap siswa piano yang ingin berhasil. Memang banyak orang berkata, bakat seseorang yang menentukan keberhasilan seseorang. Itu benar, tetapi tak seorangpun di dunia ini yang mengetahui bakatnya tanpa terjun ke bidang musik itu. Jika ingin mengetahui apakah seseorang memiliki bakat dalam piano, maka ia harus ikuti proses belajar piano. Selama dalam proses belajar inilah, secara progresif, lambat tapi pasti, ia akan mengetahui apa ia berbakat dalam piano. Terlepas dari apakah anda mengetahui bakat anda atau tidak, ada beberapa kualitas penting yang harus dimiliki seorang pelajar piano yang ingin berhasil.
Ia Harus Memiliki Daya Tarik
Seorang yang ingin berhasil dalam piano, ia harus memiliki daya tarik terhadap piano. Maksudnya, ia harus senang mendengarkan permainan piano, atau senang melihat konser piano. Kita tidak bisa bayangkan jika ia tidak suka mendengarkan piano, lalu ia dipaksa belajar piano. Ketertarikan ini sangat dibutuhkan seorang siswa piano, karena ia akan menggeluti piano setiap hari. Ini merupakan perjalanan yang panjang dan melelahkan, tetapi daya tarik ini akan menjadi modal utama dalam melalui semua kesulitan yang akan dihadapi.
Ia Harus Memiliki Rasa Ingin Tahu
Ketika seseorang belajar piano, ia akan disuguhkan berbagai macam informasi baik saat belajar di tempat kursus ataupun saat sedang berlatih di rumah. Banyak istilah-istilah dalam bahasa asing yang akan terus-menerus menjadi bagian proses belajarnya selama belajar piano. Seseorang yang memilki rasa ingin tahu, ia akan mencari informasi apa yang ia tidak tahu. Ia akan bertanya kepada guru piano, teman bahkan orangtuanya tentang apa yang ia tidak ketahui. Dengan kata lain ia tidak merasa bosan atau jenuh dengan banyak hal yang tidak ia ketahui tetapi memacunya untuk menggalinya sesuai kemampuannya.
Ia Harus Memiliki Rasa Antusias
Dalam bermain piano, seseorang harus memiliki semangat yang tinggi yang selalu membara dalam dirinya untuk terus maju hingga berhasil. Orangtua, keluarga dan sahabat bisa mendorongnya untuk terus maju tetapi dorongan dan hasrat yang datang dari diri sendiri merupakan modal utama untuk mencintai dan menyukai musik. Ini menjadi penentu bagi kemajuan siswa piano.
Ia Harus Memiliki Kesensitifan
Musik itu adalah ungkapan emosi dan perasaan. Oleh karena itu seluruh aspek dari diri seorang pianis seperti pikiran, jiwa dan gerak tubuhnya harus berbeda dalam keadaan 'tune' dalam mengekspresikannya. Lagu yang dimainkan harus direnungkan dan dihayati dengan hati-hati agar dapat menjiwai lagu yang dimainkan. Kepekaan ini adalah salah satu aspek yang dipercaya dapat menentukan kualitas dari seorang siswa yang berhasil. Inilah yang membuat seorang pianis berbeda dengan yang lain meskipun sama-sama bisa memainkan lagu tersebut.
Ia Harus Rendah Hati
Rasa percaya diri yang dibangun selama belajar piano bisa membuat pianis menjadi sombong. Ketika seorang pianis menghasilkan permainan yang indah dan sempurna, ia membutuhkan pengakuan dari para penonton dan juri, tetapi juga harus menerima batasan. Ada saatnya ia melakukan kesalahan, lupa, gugup bahkan tergelincir di saat memainkan sebuah lagu, apapun yang terjadi, ia harus menerima segala saran dan masukan dari orang-orang yang memiliki pengalaman yang lebih luas dari dirinya sendiri. Dengan kata lain, janganlah menganggap dirinya yang paling hebat dari semua orang atau mengganggap dirinya lebih hebat dari gurunya sendiri. Kerendahan hati akan menjadi keberhasilan seorang pelajar piano karena ia akan terus belajar dan belajar, tetapi kesombongan akan merupakan akhir dari karir seorang pianis.
Ia Harus Tekun
Ketekunan adalah kunci keberhasilan dalam bermain piano. Ada suatu perkataan "lebih baik berlatih piano 15 menit setiap hari daripada 3 jam tapi sekali seminggu." Ini mengarah pada ketekunan seorang pelajar piano. Jika ingin berhasil dalam piano, ia harus belajar dengan tekun dan tekun. Jangan pernah menganggap remeh akan ketekunan atau menggampangkan suatu latihan yang diberikan guru piano (piano tutor). Ingat! Jika bersikap "menggampangkan," ia tidak akan pernah berhasil.
Ia Harus Sabar
Selama belajar piano, ia akan menghadapi banyak kesulitan yang membuatnya merasa frustrasi. Belajar piano itu sangat sulit tetapi ia harus memiliki kesabaran dengan diri sendiri, baik dalam mengendalikan pikiran maupun seluruh tubuhnya. Hal penting lain yang perlu dimiliki adalah jangan lupa untuk bersikap sabar terhadap guru yang membimbing. Segala sesuatunya jika dikerjakan dengan penuh kesabaran akan membuahkan hasil yang maksimal. Yang jelas belajar piano butuh waktu bertahun-tahun dan tidak ada jalan pintas untuk itu. Ia perlu sabar selama tahun-tahun itu untuk bisa melihat hasilnya.
Ia Harus Rasional
Jangan sekali-kali berpikir dalam waktu singkat ia berharap dapat langsung memainkan sebuah karya Chopin, Bach, Mozart dan lain-lain. Jangan pula pernah membandingkan kemampuan permainannya dengan gurunya, ataupun orang lain yang sudah bertahun-tahun bermain piano. Sikap membandingkan merupakan sikap orang yang tidak rendah hati. Cukup konsentarasi pada seluruh jari-jari tangannya ketika memainkannya. Berpikirlah realistis dan masuk akal, serta ikuti setiap pelajaran selangkah demi selangkah.
Ia Harus Berdedikasi
Apapun yang dikerjakan, jika tanpa dedikasi yang tinggi, seseorang tidak akan berhasil. Ia harus menyediakan waktu dan kerja keras yang pantang menyerah untuk belajar piano. Jadikanlah bermain piano menjadi salah satu kegiatan yang diprioritaskan dalam kehidupannya. Dengan kata lain, apa yang gurunya minta untuk dilakukan, harus dikerjakan dengan baik dan sempurna karena itu adalah bukti dedikasinya belajar piano.
Ia Harus Kreatif
Musik itu adalah seni dan dimana ada seni di situ dituntut kreatifitas untuk mendapatkan suatu keindahan, keharmonisan dan hasil yang memuaskan. Sederet notasi musik (music notes), bukanlah musik itu sendiri melainkan cara bagaimana nada-nada musik itu dapat membawa sebuah pengalaman hidup melalui musik. Seorang pemain piano dituntut untuk kreatif dan inilah yang membedakan seorang pemain piano yang satu dengan yang lainnya.
Apa Manfaat Belajar Musik Bagi Seorang Anak
Pernah kita pikirkan, kenapa kita susah menghafal bahan pelajaran sekolah? Apa yang membuat kita sulit menghafal kalimat dalam buku-buku pelajaran? Namun pernahkah kita pikirkan kenapa kita begitu gampang menghafal syair-syair lagu dalam bahasa Indonesia, Inggris, Cina bahkan bahasa India, yang walaupun banyak lagu-lagu tersebut belum tentu kita pahami maksudnya? Apa yang membuat kita bisa menghafal syair-syair lagu sebegitu banyaknya tanpa merasa kesusahan atau terbebani? Bahkan orang yang tidak bisa membaca sekalipun dapat menghafal syair-syair lagu dengan jumlah yang banyak. Yang menjadi pertimbangan kita adalah, ada apa dengan musik? Apakah musik dapat menstimulasi dan mengoptimalkan otak atau kecerdasan seseorang?
Poin inilah yang menjadi pertimbangan para ilmuwan untuk terus melakukan penelitian terhadap pengaruh positif musik dalam kecerdasan seseorang karena mereka melihat bahwa orang yang belajar musik dapat meningkatkan kecerdasan dan prestasinya dalam bidang ilmu lain. Maka tidak heran, negara-negara maju menjadikan mata pelajaran musik menjadi salah satu mata pelajaran penting untuk bisa melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi. Negara Korea misalnya, semua orang Korea yang pernah saya kenal ketika saya masih kuliah di Singapura, tak satu pun mereka yang tidak mengenal musik. Memang tidak semua bisa main piano atau instrumen lainnya, tetapi mereka semua bisa membaca not balok dan bernyanyi dengan suara yang indah dan terlatih. Ini menunjukkan bahwa pendidikan musik merupakan pelajaran penting di negara itu.
Yang menjadi pertanyaan adalah berapa pentingkah musik bagi anak kita? Mungkin hasil penelitian dari para ilmuwan yang diselenggarakan berbulan-bulan di sebuah sekolah di Swiss ini dapat menjadi pertimbangan kita. Dalam hasil penelitian tersebut yang diberi judul "Children Learn Faster to the Sound of Music" menyimpulkan bahwa anak-anak yang belajar musik memiliki daya tangkap lebih cepat dibanding anak-anak yang tidak belajar musik. Disamping itu, terlihat prestasi sekolah anak-anak yang belajar musik, juga menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi dibanding mereka yang tidak belajar musik. Di Rhole Island, Amerika Serikat penelitian juga dilakukan terhadap anak-anak sekolah musik tingkat 8 (delapan), dan pada kesimpulannya dalam artikel yang berjudul "Learning Improved by Arts Training" bahwa anak-anak yang belajar musik memiliki kepekaan dan daya imajinasi yang lebih tinggi dibanding anak-anak yang tidak belajar musik. Mereka yang belajar musik akan lebih cenderung lebih kreatif dibanding dengan yang tidak belajar musik. Salah satu artikel dalam majalah psikologi di Jerman, "Psychologie Heute" yang diberi judul "Music Makes Children Smart" melaporkan bahwa anak-anak yang belajar musik cenderung lebih peka perasaannya dalam berbagai suasana. Meskipun para ilmuwan masih terus meneliti kesimpulan diatas, namun mereka secara aklamasi mengakui bahwa musik bisa memberikan stimulus atau rangsangan terhadap bidang lainnya serta bisa membantu kecerdasan seseorang.
Nah, sekarang kita kembali pada pertanyaan tadi. Apa yang membuat kita lebih mudah menghafal syair-syair lagu dibanding dengan materi pelajaran sekolah? Jawabannya adalah ketika kita menghafal materi pelajaran sekolah, kita memakai otak kanan kita. Otak kanan ini sudah kita pakai sejak kita lahir hingga kita kuliah bahkan selama kita hidup. Sedangkan ketika kita bernyanyi atau bermain musik kita memakai otak kiri. Jadi ketika kita menghafal syair-syair lagu, pada umumnya kita tidak menghafalkannya seperti kita menghafal bahan ujian sekolah tetapi kita menghafalnya sambil kita bernyanyi. Jadi ketika menghafal syair sebuah lagu, di sana kita telah menggunakan kedua bagian otak kita.
Disamping pengaruh positif di atas, musik juga bisa memberikan pengaruh positif terhadap kepribadian seorang anak. Belajar musik bisa membangun rasa percaya diri anak. Kita ambil sebagai contoh seorang yang sedang belajar piano. Jika ia terus belajar piano hingga mahir maka rasa percaya diri yang tinggi dan mental yang kuat akan terbentuk dengan sendirinya meskipun tadinya ia seorang pemalu. Kenapa demikian? Karena selama belajar piano ia dituntut untuk mencapai standar tertentu, dimana ia harus belajar mengalahkan segala rintangan dan kelemahannya.
Pertimbangkan fakta-fakta ini. Pertama, ia akan dibentuk melalui konser-konser piano yang diikutinya selama belajar piano, baik di tempat tertutup seperti hotel-hotel atau di tempat terbuka seperti di mall-mall. Bahkan jika ia berprestasi ia akan mengikuti pertandingan-pertandingan di berbagai perlombaan di tempat kursus, sekolah, kota, ibu kota, bahkan pertandingan International di berbagai negara. Rasa percaya diri itu dengan sendirinya akan terbentuk. Kedua, rasa percaya diri juga akan diperoleh ketika mengikuti ujian Piano baik ujian lokal kursus atau International seperti mengikuti ujian Royal atau The Association Boards of Royal Schools of Music (ABRSM) karena para penguji ujian ini adalah orang-orang Inggris yang secara khusus dikirim ke berbagai negara.
Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa dengan belajar musik, misalnya piano, ia akan memiliki waktu yang terbatas untuk bergabung dengan teman-temannya yang nakal dan jahat di luar jam sekolah. Kenakalan remaja dan narkoba semakin banyak memakan korban khususnya anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah. Kegiatan belajar musik tentu akan membantu anak-anak kita terhindar dari masalah tersebut karena belajar piano misalnya bukan hanya sekedar belajar, meskipun pertemuan di tempat kursus hanya berlangsung sekali dalam satu minggu tetapi murid-murid piano dituntut untuk terus berlatih dan belajar di rumah minimal satu jam setiap harinya jika ingin berhasil dalam belajar piano. Anak-anak remaja juga bisa mengikuti kelompok musik mini chambers atau mini orchestra yang dibentuk oleh tempat-tempat kursus tertentu.
Hal penting lainnya adalah bahwa mahir dalam bermain musik misalnya piano dapat memberikan penghasilan bagi seorang pianis. Memang benar, ketika kita mengirimkan anak-anak kita belajar piano sekali dalam satu minggu, kita tidak berencana yang macam-macam. Kita pikir itu hanya sekadar mengisi waktu atau bagi kita yang mengerti manfaat musik seperti yang saya paparkan di atas, kita ingin anak kita bisa lebih berkreatif dan lebih cerdas di sekolah. Ini memang rencana yang baik tetapi kita juga tidak tahu masa depan anak-anak kita, apakah ia akan berhasil kuliah atau setelah kuliah berhasil dalam pekerjaannya dan sebagainya. Tetapi jika ia mahir dalam musik piano, itu bisa menjadi sumber penghasilan yang luar biasa di masa yang akan datang. Seseorang yang sudah lulus grade 8 Royal (ABRSM), ia tidak susah untuk mendapatkan uang sebesar 5-8 juta per bulan. Jadi musik itu sendiri akan menjadi alternatif penghasilan anak-anak kita di masa yang akan datang. Bahkan masa sekarang ada banyak sarjana meninggalkan bidang yang digelutinya bertahun-tahun demi memfokuskan diri untuk mengajar musik. Dulu pemain musik seperti pianis dianggap rendah tetapi sekarang ini keahlian musik bisa mengangkat martabat dan harga diri seseorang serta dapat berpenghasilan sampai puluhan juta per bulan.
Selagi ada kesempatan dan kemampuan, kenapa kita tidak mengirimkan anak-anak kita untuk belajar musik agar mendapat manfaat diatas?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar